Kamis, 08 Januari 2009

MACAM-MACAM GAMES YANG DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI ICE BREAKER PEMBELAJARAN PKN

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang di dalam prosesnya terjalin interaksi yang baik antara guru sebagai pengajar dan siswa sebagai pembelajar. agar interaksi dapat terjalin dengan baik maka dibutuhkan sikap keterbukaan baik dari guru itu sendiri maupun dari siswa. karena apabila ada sikap yang tidak terbuka dari salah satu pihak maka jangan berharap interaksi dapat terjalin dengan baik. dan apabila interaksi tidak terjalin dengan baik maka jangan berharap pembelajaran akan berjalaan efektif sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Menciptakan kondisi yang "open minded" atau terbuka memang tidak mudah harus ada kerelaan baik dari guru maupun dari siswa itu sendiri. guru yang tidak terbuka terhadap siswanya akan mengajar dengan sesuai dengan karakternya dan nyaman untuk dirinya sendiri tanpa memperdulikan apakah siswanya menerima atau tidak, mengerti atau tidak terhadap materi yang disampaikan. begitu juga apabila siswa yang tidak terbuka maka sangat sulit bagi guru untuk memotivasi siswa untuk terlibat di dalam proses pembelajaran.

Salah satu faktor yang berpengaruh dalam menciptakan suasana yang kondusif dalam belajar sehingga terjalin interkasi yang baik antara guru dan murid serta keduanya dapat membuka diri untuk saling menghargai terletak dari kesan awal ketika si guru masuk dan memulai pelajaran. guru yang baik akan senantiasa melakukan berbagai upaya yang kreatif didalam memotivasi siswanya agar kehadirannya di kelas dapat diterima oleh semua murid.

Bobbi DePorter dalam bukunya "Quantum Teaching" menyatakan Asas utama dari Quantum Teaching adalah "Bawalah Dunia mereka ke Dunia Kita dan Hantarkan Dunia Kita ke dalam Dunia Mereka". dengan kita memahami dunia mereka maka akan lebih mudah bagi kita untuk membawa dunia mereka ke dunia kita. Ungkapan DEporter ini yang menginspirasi penulis untuk selalu membuat sesuatu yang baru dalam memulai pelajaran berdasarkan dunia mereka. oleh karena itu "ice breaker" menjadi salah satu cara untuk memecah kebekuan dan membuka kerelaan siswa untuk menerima materi yang diberikan.

Beberapa contoh ice breaker dapat kita temukan dari berbagai sumber. Ice breaker dapat disajikkan dalam berbagai bentuk diantaranya dalam bentuk games, quiz, interview, puzzle dan sebagainya.

Berikut ini salah satu contoh ice breaker yang coba penulis sajikan untuk memulai pembelajaran Norma dalam masyarakat. bentuk ice breaker yang penulis lakukan adalah game yang penulis beri judul "Pass the Ball"

Adapaun langkah-langkah yang penulis lakukan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Guru meminta siswa untuk membentuk lingkaran apabila dalam kelas kecil (tidak lebih dari 24 siswa) dimana guru menjadi bagian dari lingkaran tersebut tapi apabila kondisi kelas besar dapat dilakukan dengan cara dibentuk 4 kelompok dan masing-masing kelompok membentuk barisan
2. guru meminta siswa untuk memainkan Pass the Ball dengan cara memberikan bola ke siswa tanpa memberikan petunjuk yang jelas
3. setelah bola mulai bergulir guru menghentikan game dengan alasan kurang menarik dan memberikan satu aturan yaitu memberikan bola dengan tangan kanan dari arah belakang
4. setelah berjalan guru kembali mengehentikan permainan dengan alasan yang sama kemudian menambah aturan baru dengan cara sambil bernyanyi
5. Setelah berjalan guru kembali menghentikan permainan dan memberikan aturan lainnya dan begitu seterusnya sampai siswa menjadi kacau dan melakukan protes kepada guru
6. guru kemudian berupaya memperbaiki keadaan dengan betul-betul membuat aturan main yang jelas dan tegas dengan sangsi yang tegas pula bagi pelanggarnya seperti : memberikan bola dengan tangan kanan lewat belakang, mata harus ditutup, menyanyikan lagu nasional sambil bermain, apabila bola jatuh maka akan diberikan sangsi yang disepakati bersama dan seterusnya berdasarkan masukan dari siswa itu sendiri.
7. permainan pun dapat dilanjutkan sampai bola kembali pada guru
8. Setelah selesai bermain guru melakukan brainstorming dengan siswa tentang apa yang mereka rasakan dengan bermain pass the Ball?, apa yang harus dikoreksi dari permainan tersebut, apa yang dirasakan setelah aturannya menjadi jelas dan tegas, kenapa dalam permainaan kita membutuhkan aturan main yang jelas dan sebagainya sampai akhirnya siswa secara tidak sengaja telah mulai membentuk opini akan pentingnya norma dalam kehidupan masyarakat dan guru mengeksplor pengetahuan siswa akan norma-norma yang selama ini berlaku di masyarakat.

Ice breaker di atas adalah hanya satu dari sekian contoh ice breaker yang dapat kita gunakan sebelum memulai pelajaran. karena dunia siswa khususnya siswa SD dan SMP masih senang dengan dunia bermain oleh kerna itu sedapat mungkin pembelajaran dilakukan dari awal saampai akhir memberikan kesan senang, nyaman dan menantang buat siswa.

5 komentar:

Alvin Oktarianto mengatakan...

Capek deh, nanti saya langsung protes aja ya!!
liat blog saya lagi dan kasih komentar dong!!!

TOP PIX mengatakan...

well well well, boleh juga dicoba nih!

semangat guru muda mengatakan...

kayaknya ribet -__-"

rifky.Blog mengatakan...

syukron... Bisa Dicuba..
mampir y.. http://lampoeng-private.blogspot.com

solusi komputer mengatakan...

Bisa di Coba nih , Semoga trik ini ampuh. trima kasih atas artikel bermanfaatnya.

mampir atau follow yah di my blog :